Earbuds vs Headset, Mana yang lebih aman untuk kesehatan telinga ?
Sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari -hari jikalau earbud dan headset menjadi teman untuk mendengarkan musik, bekerja, menonton film, dan lain sebagainya yang kerap digunakan dalam waktu yang lama tanpa kita sadari dan terasa menyenangkan dan lebih nyaman karena tidak menimbulkan suara yang mengganggu orang lain.
Namun, jika headset terlalu sering digunakan, apalagi jika volume suaranya terlalu keras, hal ini justru dapat merusak sel-sel saraf pendengaran. Ketika sel saraf ini rusak, telinga akan kesulitan atau bahkan tidak bisa menghantarkan rangsang suara menuju otak. Kondisi ini membuat Anda sulit untuk mendengarkan suara.
Menurut dr. Hendro, dokter spesialis THT di RSU Wajak Husada, gangguan pendengaran kini mulai banyak ditemukan pada usia muda akibat kebiasaan mendengarkan suara dengan volume tinggi melalui earbud atau headset.
“Paparan suara keras yang melebihi 85 desibel dalam jangka panjang dapat merusak sel-sel rambut halus di telinga dalam. Kerusakan ini bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki,” jelasnya.
Earbuds Wireless Punya Radiasi 150X Lebih Tinggi Daripada Headset ?
Earbuds wireless disebut memancarkan radiasi elektromagnetik hingga 150 kali lebih tinggi dari headset berkabel. Klaim ini dikaitkan dengan risiko kanker otak dan kerusakan jaringan, dan sering muncul di media sosial.
Faktanya, beberapa penelitian tidak menemukan bukti dari klaim tersebut. Salah satunya, WHO telah meninjau 25.000 studi dan tidak menemukan bukti efek kesehatan buruk dari radiasi rendah.
Sebaliknya, risiko utama dari penggunaan earbuds baik wireless maupun berkabel adalah kerusakan pendengaran akibat penggunaan dengan volume tinggi (>85 dB) dan dalam jangka panjang.
Untuk menjaga fungsi pendengaran, Anda disarankan untuk tidak terlalu sering mendengarkan suara bising atau nyaring. Batas tingkat kebisingan yang direkomendasikan adalah 85 desibel, dengan waktu paparan maksimal 8 jam setiap harinya.
Suara keras bisa bersumber dari banyak hal, dan salah satunya adalah melalui penggunaan earbuds dan headset. Terlalu sering menggunakan headset, terlebih dengan volume suara keras, bisa menimbulkan beberapa masalah kesehatan, di antaranya:
Tinnitus
Tinnitus adalah kondisi ketika Anda mendengar suara berdengung. Menurut beberapa penelitian, kebiasaan mendengarkan musik menggunakan headset dan earbuds dengan volume suara tinggi selama 3 jam atau lebih dapat meningkatkan risiko terjadinya tinnitus.
Tinnitus bisa semakin parah dan membuat pendengaran Anda terganggu, jika Anda sudah terlalu lama atau sering mendengarkan suara keras.
Gangguan pendengaran
Gangguan pendengaran juga dapat terjadi setelah Anda terpapar suara keras, meskipun hanya dalam waktu singkat. Ketika mengalami gangguan pendengaran, Anda mungkin akan kesulitan atau bahkan tidak bisa mendengar suara secara normal.
Gangguan pendengaran ada yang bersifat sementara dan permanen. Gangguan pendengaran sementara biasanya hanya berlangsung singkat dan bisa sembuh dengan sendirinya.
Namun, gangguan pendengaran permanen bisa saja terjadi jika Anda mendengarkan musik dengan suara yang sangat keras dalam jangka waktu lama, terlebih melalui headset dan earbuds.
Hilangnya pendengaran
Efek samping sering pakai headset yang cukup berbahaya adalah kehilangan pendengaran. Kondisi ini biasanya terjadi secara bertahap dan terkadang baru terdeteksi melalui tes pendengaran.
Kemampuan mendengar Anda mungkin telah berkurang atau hilang apabila Anda mulai menaikkan volume suara ketika menonton film, tidak jelas mendengar suara, atau kesulitan mendengar dan memahami pembicaraan orang lain.
Jika sudah mengalami kehilangan pendengaran, Anda mungkin akan membutuhkan alat bantu dengar untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain atau mendengarkan suara.
Tips Mendengarkan Musik dengan Headset dan Earbuds
Mendengarkan musik menggunakan headset memang tidak dilarang, asal tidak dilakukan secara berlebihan. Agar efek samping sering pakai headset bisa dicegah, Anda bisa mengikuti beberapa tips berikut ini:
Atur volume suara atau musik. Sebaiknya volume suara tidak lebih dari 60% volume maksimal.
Hindari penggunaan headset selama lebih dari 1 jam.
Istirahatkan telinga setidaknya selama 5 menit setiap jamnya jika penggunaan headset lebih dari 1 jam.
Apabila Anda sering memakai headset dan mengalami keluhan tertentu, seperti telinga berdenging, sering meminta lawan bicara untuk mengulang apa yang dikatakannya, harus menaikkan volume suara ketika menonton televisi dan mendengarkan radio, atau merasakan nyeri pada telinga, sebaiknya segera periksakan telinga Anda ke dokter.
Untuk menilai kemampuan pendengaran dan kondisi telinga Anda, dokter spesialis THT akan melakukan serangkaian pemeriksaan yang meliputi pemeriksaan fisik telinga dan pemeriksaan penunjang, seperti tes pendengaran dan audiometri.
Bila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Anda mengalami gangguan telinga akibat penggunaan headset, dokter akan memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda. Nikmati layanan pendaftaran online lebih mudah langsung mendapat nomor antrian poli via whatsapp melalui nomor berikut wa.me/6282334145073
Informasi Layanan RSU Wajak Husada
☎️ 0341 8221030
📞 wa.me/6281230733939
📍Jl. Raya Kidangbang No.02, RT.16/RW.05, Kidangbang, Wajak, Malang
🔎https://www.rsuwajakhusada.com/
Social Media Kami
Tiktok : rsu_wajakhusada1
Facebook : RSU Wajak Husada
Instagram : rsuwajakhusada
Youtube : RSU Wajak Husada
Ramah, Berkualitas, Bersahabat
www.rsuwajakhusada.com
sumber referensi : Alodokter
Ditulis oleh: Admin RSU Wajak Husada
Ditinjau oleh: dr. Hendro Dwi Purwantoro, Sp. THT-KL
Terakhir diubah: 16 Oct, 2025 12:02