Kenali Pentingnya Imunisasi Campak dan Waktu Tepat Pemberiannya
Kasus campak di Indonesia kembali menjadi
perhatian serius. Berdasarkan data nasional Kementerian Kesehatan RI hingga
Minggu ke-7 tahun 2026, tercatat sebanyak 8.224
kasus suspek campak, dengan 572
kasus terkonfirmasi dan empat
kematian. Selain itu, dilaporkan terjadi 13 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak terkonfirmasi yang
tersebar di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi. Lonjakan ini menunjukkan bahwa
penularan campak masih menjadi ancaman nyata di berbagai daerah.
Peningkatan kasus tersebut tidak lepas dari menurunnya
cakupan imunisasi campak-rubela dalam beberapa tahun terakhir. Data Kemenkes
menunjukkan cakupan imunisasi dosis pertama menurun dari 92% pada 2024 menjadi
82% pada 2025, sementara dosis kedua juga mengalami penurunan. Kondisi ini
menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk kembali meningkatkan kesadaran
terhadap pentingnya imunisasi campak bagi anak-anak dan dewasa, sebagai langkah
utama dalam mencegah penyebaran campak dan melindungi anak-anak dari risiko
komplikasi serius. Simak selengkapanya terkait fungsi imunisasi
campak bagi anak-anak dan dewasa
Mengenal Pentingnya Imunisasi Campak
Campak disebabkan oleh infeksi Morbillivirus.
Kondisi ini ditandai dengan demam disertai timbulnya ruam kemerahan pada hampir
seluruh permukaan kulit. Campak harus ditangani dengan cepat karena berisiko
menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia, bronkitis, hingga kematian.
Namun, kondisi tersebut dapat dicegah apabila
penderita telah mendapatkan imunisasi campak. Manfaat imunisasi campak di
antaranya merangsang dan meningkatkan imun tubuh untuk menurunkan risiko
penyakit akibat infeksi virus penyebab campak.
Imunisasi campak biasanya dilakukan dengan
pemberian vaksinasi MMR (Mumps, Measles, Rubella), yaitu vaksin yang berfungsi
untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella. Di mana, ketiga
penyakit tersebut cukup rentan menyerang anak-anak karena daya tahan tubuhnya
masih dalam perkembangan.
Vaksin MMR terbukti efektif untuk melindungi
tubuh dari infeksi serta komplikasi ketiga penyakit tersebut. Satu dosis vaksin
MMR memiliki efektivitas sebesar 93% untuk melawan campak, 78% untuk melawan
gondongan, dan 97% untuk melawan rubella. Sedangkan dua dosis vaksin MMR, 97%
efektif melawan campak dan rubella, dan 88% efektif melawan gondongan.
Lantas, bagaimana jika belum mendapatkan vaksin
dan telah terpapar campak? Beruntungnya, apabila Anda mendapatkan vaksin MMR
dalam waktu 72 jam sejak pertama kali terpapar, Anda akan tetap mendapatkan
perlindungan dari gejala yang berat.
Imunisasi Campak Tidak Menyebabkan Autisme
Selama ini banyak kabar yang beredar di
masyarakat mengenai imunisasi campak, salah satunya adalah menghubungkan vaksin
MMR dengan autisme. Faktanya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan
bahwa hal tersebut tidak benar.
Suatu penelitian berjudul The MMR Vaccine and
Autism juga menyebutkan bahwa keduanya tidak berhubungan. Autisme terjadi
akibat gangguan perkembangan saraf yang berhubungan dengan genetik sebelum anak
berusia 1 tahun.
Kapan Imunisasi Campak Diberikan?
Jadwal pemberian dan dosis vaksin campak harus
sesuai dengan anjuran dokter. Vaksin ini bisa didapatkan langsung di fasilitas
kesehatan di bawah pengawasan dokter. Lokasi pemberian vaksin biasanya
disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien.
Berikut adalah jadwal imunisasi campak yang tepat
berdasarkan kelompok usia:
Anak Kecil dan Balita
Berdasarkan anjuran IDAI (Ikatan Dokter Anak
Indonesia), vaksin MMR dosis pertama perlu diberikan kepada anak ketika
memasuki usia bulan 12-18 bulan dan dosis kedua pada usia 5-7 tahun.
Orang Dewasa
Orang dewasa yang pernah mendapatkan vaksin atau
sudah pernah terkena campak umumnya cukup dengan satu dosis vaksin MMR. Mereka
baru akan mendapatkan vaksin dosis kedua dengan jeda 28 hari apabila:
·Bekerja sebagai nakes (tenaga kesehatan).
·Telah berusia 18 tahun dan belum pernah
mendapatkan vaksin MMR
·Berencana bepergian ke daerah yang pernah atau
sedang mengalami wabah campak.
Sementara itu, beberapa kondisi yang tidak
mengharuskan seseorang mendapatkan vaksin MMR adalah:
·Memiliki reaksi alergi terhadap komponen vaksin.
·Mengalami reaksi serius terhadap dosis vaksin
sebelumnya.
·Menderita TB (tuberculosis).
·Menderita penyakit autoimun.
·Menderita kanker dan menjalani perawatan kanker
yang dapat melemahkan imun tubuh.
Efek Samping Imunisasi Campak
Tidak hanya mengenali pentingnya imunisasi
campak, tetapi Anda juga harus mengetahui apa saja efek samping yang biasanya
timbul akibat vaksin MMR. Beberapa efek samping ringan imunisasi campak yang tergolong
wajar dan bisa hilang dengan sendirinya adalah:
·Demam ringan.
·Nyeri pada bagian yang disuntik.
·Kemerahan di sekitar area suntikan.
Sementara itu, beberapa efek samping yang lebih
serius di antaranya:
·Ruam di seluruh permukaan tubuh.
·Kehilangan pendengaran.
·Kejang-kejang.
·Kerusakan otak.
·Penurunan trombosit yang bersifat sementara.
RSU Wajak Husada menyediakan layanan imunisasi
campak dan imunisasi lainnya. Lindungi anak dan keluarga Anda dari risiko
campak dengan imunisasi tepat waktu di RSU Wajak Husada. Nikmati layanan
pendaftaran online layanan vaksin lebih mudah via whatsapp melalui nomor
berikut wa.me/6282334145073
Informasi Layanan RSU Wajak Husada
☎️ 0341 8221030
📞 wa.me/6281230733939
📍Jl. Raya Kidangbang No.02, RT.16/RW.05, Kidangbang, Wajak, Malang
🔎https://www.rsuwajakhusada.com/
Social Media Kami
Tiktok : rsu_wajakhusada1
Facebook : RSU Wajak Husada
Instagram : rsuwajakhusada
Youtube : RSU Wajak Husada
Ramah, Berkualitas, Bersahabat
www.rsuwajakhusada.com
Ditulis oleh: Admin RSU Wajak Husada
Ditinjau oleh: dr. Teny Widiyasturi, Sp.A
Terakhir diubah: 03 Mar, 2026 11:25