
Apa itu Eklampsia?
eklampsia adalah komplikasi berat yang dapat terjadi selama masa kehamilan, saat persalinan, atau setelah persalinan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kejang. Kondisi ini merupakan komplikasi lanjutan dari preeklampsia yang terjadi sebelumnya. Preeklampsia yang tidak segera diobati dengan tepat dapat berkembang menjadi eklampsia.
Eklampsia biasanya terjadi pada usia kandungan 20 minggu atau lebih. Berdasarkan data dari Mayo Clinic, hanya 3% dari penderita preeklampsia yang kondisinya berlanjut ke eklampsia. Hal ini dikarenakan penderita preeklampsia biasanya telah ditangani dengan tepat sehingga tidak berlanjut menjadi eklampsia.
Perbedaan eklampsia dan preeklampsia sendiri terletak pada tanda dan gejala yang ditimbulkan. Preeklampsia ditandai dengan adanya tekanan darah tinggi dan protein pada urine tanpa disertai kejang, sedangkan eklampsia adalah komplikasi lanjutan dari preeklampsia yang ditandai dengan terjadinya kejang pada ibu hamil.
Penyebab Eklampsia
Sebenarnya, penyebab eklampsia belum diketahui secara pasti. Meski begitu, ada beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya eklampsia pada ibu hamil, seperti:
• Memiliki riwayat preeklampsia atau eklampsia di kehamilan sebelumnya.
• Memiliki riwayat keluarga yang mengalami preeklampsia atau eklampsia.
• Kehamilan di usia kurang dari 17 tahun atau lebih dari 35 tahun.
• Memiliki riwayat tekanan darah tinggi saat hamil atau riwayat hipertensi kronis.
• Memiliki riwayat penyakit yang diderita seperti diabetes, obesitas, anemia sel sabit, penyakit autoimun seperti lupus, dan sindrom antifosfolipid.
• Hamil kembar.
• Sedang menjalani kehamilan yang pertama atau mempunyai jarak antar kehamilan yang sangat dekat kurang dari 2 tahun.
• Kehamilan yang dijalani merupakan hasil dari program bayi tabung (in vitro fertilization / IVF).
Gejala Eklampsia
Gejala eklampsia dapat bervariasi pada setiap orang. Namun, gejala yang paling khas adalah terjadinya kejang yang tidak terkontrol pada pasien eklampsia. Ibu hamil yang berpotensi mengalami eklampsia juga perlu diwaspadai dan dimonitor secara ketat jika sudah terdapat gejala-gejala seperti:
• Tekanan darah semakin tinggi.
• Sakit kepala hebat.
• Mual dan muntah.
• Kesulitan bernapas.
• Pembengkakan pada kaki dan tangan.
• Peningkatan kadar protein pada urine.
• Gangguan penglihatan.
• Berkurangnya jumlah urine.
Kejang yang dialami oleh ibu hamil dengan eklampsia ini dapat terjadi berulang kali, namun terdapat 2 fase kejang yang umumnya dialami. Berikut adalah penjelasannya.
• Fase pertama: Biasanya terjadi selama 15–20 detik dan sering kali disertai dengan adanya kedutan pada wajah. Setelah itu, penderita juga akan mengalami kontraksi otot di seluruh tubuh.
• Fase kedua: Pada fase kedua, kejang berlangsung lebih lama, yaitu sekitar 60 detik. Kejang dimulai dari rahang yang kemudian menyebar ke otot-otot wajah hingga ke seluruh tubuh.
Diagnosis Eklampsia
Untuk mendiagnosis eklampsia pada ibu hamil, dokter biasanya akan melakukan anamnesis (wawancara medis) seperti riwayat kejang yang dialami, riwayat pemeriksaan kehamilan, riwayat penyakit lainnya, serta riwayat preeklampsia sebelumnya. Kemudian dokter akan melanjutkan dengan pemeriksaan fisik serta terus memantau ketat tekanan darah pasien.
Selanjutnya, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis. Adapun cara mendiagnosis atau mendeteksi risiko eklampsia pada ibu hamil adalah sebagai berikut:
Pengobatan Eklampsia
Perlu dilakukan pengobatan yang tepat dan segera untuk menjaga keselamatan ibu dan janin dengan mencegah terjadinya komplikasi serius seperti solusio plasenta, persalinan prematur, stroke, bayi lahir mati, hingga kematian ibu dan janin. Adapun pengobatan eklampsia adalah sebagai berikut:
1. Terminasi Kehamilan
Penanganan eklampsia yang pertama adalah sesegera mungkin melakukan terminasi kehamilan atau melahirkan bayi yang dikandung. Dokter akan menentukan metode persalinan yang telah disesuaikan dengan usia kehamilan, kesehatan ibu, dan kondisi janin.
2. Obat-obatan
Jika kondisi ibu hamil tidak memungkinkan untuk segera dilakukan persalinan, maka dokter akan meresepkan beberapa obat untuk mengatasi kondisi ini. Berikut adalah beberapa obat yang dapat diresepkan oleh dokter:
Cara Mencegah Eklampsia
Eklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang dapat dicegah melalui pengobatan preeklampsia yang cepat dan tepat. Berikut adalah langkah-langkah lainnya yang dapat membantu mengurangi risiko eklampsia:
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasi dan periksa ke dokter spesialis kebidanan & kandungan di RSU Wajak Husada jika mengalami keluhan atau gejala yang telah disebutkan di atas. Melakukan diagnosis dan penanganan tepat waktu. Nikmati layanan pendaftaran online lebih mudah langsung mendapat nomor antrian poli via whatsapp melalui nomor berikut wa.me/6282334145073
Jadwal Poli Spesialis Kebidanan & Kandungan
dr. Lusiana Permatasari, Sp.OG
⏰Hari Senin, Selasa dan Jumat , Pukul 13.30 WIB - Selesai
dr. Dion Juniar Fitra, Sp.OG
⏰Senin, Pukul 18.00 - 20.00 WIB
⏰Senin Rabu & Kamis, Pukul 15.00 - 17.00 WIB
☎️ 0341 8221030
📞 wa.me/6281230733939
📍Jl. Raya Kidangbang No.02, RT.16/RW.05, Kidangbang, Wajak, Malang
🔎https://www.rsuwajakhusada.com/
Social Media Kami
Tiktok : rsu_wajakhusada1
Facebook : RSU Wajak Husada
Instagram : rsuwajakhusada
Youtube : RSU Wajak Husada
Ramah, Berkualitas, Bersahabat
www.rsuwajakhusada.com
Ditulis oleh: Admin RSU Wajak Husada
Ditinjau oleh: dr. Dion Juniar Fitra, Sp.OG
Terakhir diubah: 29 Jul, 2023 11:24

