
Vertigo adalah gangguan yang ditandai oleh sensasi pusing berputar dan biasanya disertai rasa mual dan ketidakseimbangan tubuh. Bagi penderita vertigo, tidur bisa menjadi tantangan tersendiri karena sensasi tidak nyaman yang ditimbulkan. Maka dari itu, penting untuk memahami posisi tidur yang tepat untuk penderita vertigo guna membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas tidur.
Pengaruh Vertigo terhadap Kualitas Tidur
Gejala vertigo, seperti seperti rasa pusing atau sensasi berputar, tidak hanya membuat penderitanya kesulitan untuk berdiri dan duduk, tetapi juga dapat mengganggu saat berbaring hingga menyebabkan penderita kesulitan tidur.
Bahkan, vertigo juga bisa kambuh saat penderitanya sedang tidur sehingga dapat membuatnya terbangun secara tiba-tiba. Kondisi ini sering kali terjadi pada penderita Meniere's disease dan Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV).
Pasalnya, kondisi ketika seseorang terbangun dan mengubah posisi tidur pun dapat memicu kambuhnya BPPV dan masalah telinga bagian dalam. Belum lagi, tidur dalam keadaan miring juga berisiko menyebabkan penumpukan cairan endolimfe pada koklea dan organ vestibular di telinga bagian dalam yang dapat memicu terjadinya meniere’s disease.
Rekomendasi Posisi Tidur untuk Penderita Vertigo
Sebetulnya tidak ada posisi tidur terbaik bagi penderita vertigo. Penderita pun perlu mencoba berbagai posisi tidur untuk mengetahui posisi yang tepat baginya. Hanya saja, seperti yang telah disinggung sebelumnya, penderita tidak disarankan untuk tidur dalam posisi miring karena dapat memperparah gejalanya.
Meski demikian, terdapat beberapa posisi tidur untuk penderita vertigo yang bisa dicoba sebagai upaya menurunkan intensitas vertigo dan meminimalkan gejalanya. Berikut adalah masing-masing penjelasannya.
Tidur dengan Posisi Kepala Lebih Tinggi
Salah satu cara mengatasi pusing karena vertigo bisa dilakukan dengan memosisikan kepala lebih tinggi saat tidur, seperti:
Tidur Telentang
Posisi tidur untuk penderita vertigo berikutnya adalah tidur dengan posisi telentang. Posisi ini bermanfaat untuk menjaga keseimbangan alami dari deposit kalsium pada saluran telinga bagian dalam, serta mencegah penumpukan cairan endolimfe pada telinga bagian dalam yang dapat memicu penyakit Meniere.
Tidur secara telentang dengan meninggikan bagian kepala juga diketahui bisa menurunkan risiko kambuhnya BPPV. Namun, penderita perlu memastikan untuk bangun secara perlahan dan menghindari gerakan secara tiba-tiba atau terburu-buru.
Tips agar Tidur Lebih Nyaman saat Vertigo
Selain memperhatikan posisi tidur untuk penderita vertigo di atas, ada beberapa tips lain yang bisa dilakukan agar penderita vertigo bisa tidur dengan nyaman. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Menghindari Makanan Pedas sebelum Tidur
Makanan pedas diketahui dapat mengganggu proses pencernaan, sehingga bisa menyebabkan penderita sulit tidur di malam hari. Jadi, usahakan untuk menghindari konsumsi makanan pedas saat menjelang tidur. Hindari pula beberapa minuman dan makanan penyebab vertigo lainnya, seperti gorengan, makanan tinggi garam, dan minuman beralkohol.
2. Tidak Bermain Gadget sebelum Tidur
Menjauhkan wajah dari layar gadget sebelum tidur juga bisa menjadi salah satu cara mengatasi vertigo dan membuat penderitanya tidur lebih nyenyak. Pasalnya, pantulan cahaya dari layar gadget dapat menghambat produksi dan kerja melatonin, yaitu hormon yang diproduksi oleh otak dan berespons terhadap gelap. Hormon ini membantu mengatur ritme sirkadian tubuh dan proses tidur. Sebagai alternatifnya, penderita dapat melakukan aktivitas lain sebelum tidur, seperti membaca buku.
3. Menghindari Kafein sebelum Tidur
Selain dikenal dengan manfaatnya dalam menahan rasa kantuk, kandungan asam pada kafein juga dapat mengakibatkan perut mulas yang bisa menyebabkan penderita vertigo terbangun di tengah waktu tidur. Jika penderita vertigo bangun terburu-buru karena rasa cemas akibat perut mulas, maka gejala vertigo bisa semakin memburuk.
4. Mengendalikan Stres
Kondisi stres juga dapat menyebabkan penderita vertigo kesulitan tidur. Untuk mengelola stres dengan baik, penderita bisa melakukan meditasi dan latihan pernapasan. Lakukan latihan pernapasan dengan pola 4-7-8 yang diketahui dapat membantu untuk tidur nyenyak dalam waktu satu menit.
Latihan pola pernapasan 4-7-8 dilakukan dengan menarik napas melalui hidung selama 4 detik, lalu menahan napas selama 7 detik, kemudian membuang napas secara perlahan selama 8 detik.
Teknik pernapasan ini mampu membuat penderita vertigo lebih cepat tidur karena dapat membantu aliran oksigen dalam darah ke otak dan menghasilkan efek relaksasi. Di sisi lain, dengan menerapkan meditasi, penderita bisa mengatasi stres dan kecemasan berlebih. Lakukan dua hal ini secara rutin sebelum tidur.
5. Bangun secara Perlahan
Meski sudah menerapkan posisi tidur untuk penderita vertigo secara tepat, vertigo bisa kambuh apabila penderita bangun dari posisi tidur secara tiba-tiba. Ketika bangun tidur, penderita sebaiknya tidak langsung berdiri, tetapi bangun dengan posisi miring terlebih dahulu, lalu duduk. Langkah ini akan membantu menurunkan risiko kambuhnya vertigo.
Kemudian, apabila ingin menyalakan alarm di pagi hari, pilihlah nada yang halus dan tidak mengejutkan. Bunyi alarm yang keras dapat mengejutkan dan bisa membuat penderita menyentakkan kepala saat tidur. Hal ini tentu akan meningkatkan risiko kambuhnya vertigo.
6. Menciptakan Kebiasaan Tidur yang Baik
Meski vertigo dapat memengaruhi kualitas tidur dan membuat penderitanya kesulitan tidur, penderita tetap diharuskan untuk menciptakan kebiasaan tidur yang baik. Hal ini dikarenakan kurang tidur dapat membuat gejala vertigo semakin parah.
Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menciptakan kebiasaan tidur yang baik guna meringankan gejala vertigo adalah:
Informasi Layanan RSU Wajak Husada
☎️ 0341 8221030
📞 wa.me/6281230733939
📍Jl. Raya Kidangbang No.02, RT.16/RW.05, Kidangbang, Wajak, Malang
🔎https://www.rsuwajakhusada.com/
Social Media Kami
Tiktok : rsu_wajakhusada1
Facebook : RSU Wajak Husada
Instagram : rsuwajakhusada
Youtube : RSU Wajak Husada
Ramah, Berkualitas, Bersahabat
www.rsuwajakhusada.com
Ditulis oleh: Admin RSU Wajak Husada
Ditinjau oleh: dr. Ria Damayanti, Sp.N, M.Biomed (K)
Terakhir diubah: 14 Sep, 2023 09:46

