
Sebagian individu kerap menganggap bahwa panic attack dan anxiety disorder adalah masalah kesehatan mental yang sama karena dua kondisi tersebut kerap menunjukkan gejala serupa, yaitu rasa cemas berlebihan. Padahal, terdapat sejumlah perbedaan panic attack dan anxiety disorder jika dilihat dari sisi medis.
Berbagai Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Disorder
Pada dasarnya, perbedaan panic attack dan anxiety disorder dapat dilihat melalui beberapa aspek, yaitu dari definisi, faktor pemicu, serta gejala spesifiknya. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Dari Definisinya
Perbedaan panic attack dan anxiety disorder yang pertama adalah dari definisinya. Serangan panik atau panic attack adalah kondisi ketika seseorang merasa sangat takut terhadap suatu kondisi tertentu yang memicu munculnya reaksi fisik, seperti jantung berdebar, nyeri dada, napas cepat, mual, muntah, pusing, otot tegang, dan lain-lain. Kondisi ini biasanya terjadi secara tiba-tiba dan terasa sangat intens.
Sementara itu, anxiety disorder adalah gangguan mental yang ditandai dengan adanya ketakutan atau kecemasan yang berlebihan dan tidak terkontrol terhadap situasi tertentu. Gangguan ini melingkupi beberapa jenis masalah psikologis disertai gejala kecemasan, seperti panic disorder, generalized anxiety disorder, obsessive-compulsive disorder (OCD), fobia, dan post traumatic stress disorder.
2. Dari Faktor Pemicunya
Perbedaan panic attack dan anxiety disorder selanjutnya terletak pada faktor pemicunya. Seperti yang telah dijelaskan di atas, panic attack dapat terjadi secara spontan atau tiba-tiba dan bisa muncul tanpa penyebab yang jelas.
Kendati demikian, pada beberapa kasus, panic attack juga bisa terjadi karena adanya peningkatan stres akibat kondisi tertentu, seperti berbicara di depan umum, mendengar suara keras, naik pesawat, dan lain sebagainya.
Berbeda dengan panic attack, pengidap anxiety disorder biasanya sudah mengetahui apa saja faktor yang dapat menimbulkan kecemasan, misalnya seperti fobia keramaian (enochlophobia) atau fobia ruang sempit (claustrophobia). Oleh karena itu, penderita anxiety disorder akan selalu mencoba menghindari tempat atau situasi yang dapat memicu kecemasannya tersebut.
3. Dari Gejalanya
Meski terdapat sejumlah gejala yang serupa, seperti sesak napas, tremor, keringat dingin, hingga nyeri dada, panic attack dan anxiety disorder memiliki beberapa gejala lain yang berbeda. Pada anxiety disorder, beberapa gejala yang umum terjadi adalah insomnia, nyeri otot, dan rasa sensitif berlebihan terhadap apa pun yang dianggap berpotensi membahayakan diri.
Di sisi lain, terdapat sejumlah gejala panic attack yang biasanya tidak dialami oleh penderita anxiety disorder, misalnya seperti rasa takut berlebihan terhadap sesuatu yang seolah-olah dapat membahayakan jiwa, merasa kehilangan kendali dalam melakukan sesuatu, serta derealisasi dan depersonalisasi, yaitu kondisi ketika seseorang merasa jiwanya terpisah dari tubuh dan lingkungan sekitar.
4. Dari Cara Mengatasinya
Perbedaan panic attack dan anxiety disorder juga dapat dilihat dari cara mengatasinya. Umumnya, panic attack dapat diredakan dengan mengontrol dan mengambil kendali atas pikiran dan perasaan sendiri. Hal tersebut dapat dilakukan melalui cara berikut ini:
Sementara itu, terdapat sejumlah metode pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi anxiety disorder secara keseluruhan, di antaranya adalah:
Jika anda ingin mengetahui lebih detail mengenai gejala yang kamu rasa, sobat bisa langsung periksa ke Poli Psikiatri di RSU Wajak Husada
Informasi Layanan RSU Wajak Husada
☎️ 0341 8221030
📞 wa.me/6281230733939
📍Jl. Raya Kidangbang No.02, RT.16/RW.05, Kidangbang, Wajak, Malang
🔎https://www.rsuwajakhusada.com/
Social Media Kami
Tiktok : rsu_wajakhusada1
Facebook : RSU Wajak Husada
Instagram : rsuwajakhusada
Youtube : RSU Wajak Husada
Ramah, Berkualitas, Bersahabat
www.rsuwajakhusada.com
Ditulis oleh: Admin RSU Wajak Husada
Ditinjau oleh: dr. Aziza Matinu Karima, Sp.KJ
Terakhir diubah: 14 Oct, 2023 08:32

