
Pada kasus yang parah, tinea capitis dapat berkembang dan menyebabkan peradangan yang berat hingga keluar nanah di kulit kepala. Kondisi ini bisa mengakibatkan kerontokan rambut permanen dan timbulnya bekas luka di kulit kepala.
Penyebab Tinea Capitis
Tinea capitis adalah penyakit kulit kepala yang disebabkan oleh jamur dermatofit. Jenis jamur dermatofit yang bisa menyebabkan tinea capitis adalah Trichophyton dan Microsporum.Tinea capitis lebih sering terjadi di kulit yang berkeringat dan lembap. Jamur penyebab infeksi ini umumnya menyerang lapisan luar kulit kepala dan batang rambut.
Gejala Tinea Capitis
Gejala tinea capitis yang paling khas adalah pitak pada kepala. Ciri-ciri pitak akibat tinea capitis bermacam-macam dan bisa berbeda pada tiap orang, di antaranya:
Gejala lain yang umum terjadi pada tinea capitis adalah:
Pada tinea capitis yang parah, gejalanya meliputi:
Lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda atau anak Anda mengalami gejala di atas, terutama bila disertai keluhan berikut:
Diagnosis Tinea Capitis
Untuk mendiagnosis tinea capitis, dokter akan melakukan tanya jawab mengenai gejala, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik di kulit kepala pasien.
Pada pemeriksaan fisik, dokter akan menyinari kulit kepala pasien menggunakan lampu khusus (lampu Wood). Lampu ini dapat membantu dokter untuk mencari tanda-tanda infeksi di kulit kepala atau batang rambut.
Dokter juga dapat mengambil sampel kulit yang terinfeksi dan memeriksanya dengan mikroskop. Tujuan pemeriksaan tersebut adalah untuk mengetahui jenis jamur yang menginfeksi kulit kepala.
Pengobatan Tinea Capitis
Pengobatan tinea capitis bertujuan untuk memberantas jamur dermatofit yang menginfeksi kulit kepala. Dokter dapat memberikan obat antijamur dalam bentuk minum, sampo, atau krim.
Pengobatan dengan obat minum perlu dijalani selama 4 minggu. Obat minum yang dapat diberikan antara lain:
Selain itu, dokter juga akan memberikan obat oles atau sampo yang digunakan bersama dengan obat minum. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko jamur menyebar ke orang lain. Obat yang bisa diberikan antara lain:
Pasien biasanya mulai menunjukkan perbaikan setelah 4–6 minggu terapi. Selama masa pengobatan, pasien dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan rutin agar dokter mengetahui perkembangan kondisinya dan memastikan bila pasien sudah sembuh total dari infeksi.
Selain itu, anggota keluarga dan hewan peliharaan penderita tinea capitis juga perlu diperiksa. Jika ditemukan ada yang tertular, pengobatan juga diberikan kepada anggota keluarga atau hewan peliharaan tersebut. Tujuannya adalah agar rantai infeksi terputus dan tidak berulang kembali.
Komplikasi Tinea Capitis
Jamur penyebab tinea capitis menyerang dan menghancurkan struktur kulit kepala. Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi koreng, meninggalkan bekas luka permanen, dan menyebabkan rambut mudah tercabut atau rontok sehingga berujung pada kebotakan.
Penderita tinea capitis juga berisiko mengalami tekanan mental akibat diejek, diasingkan atau diintimidasi oleh teman-temannya. Pada beberapa kasus, penyakit ini dapat menyebabkan gangguan emosional yang cukup parah bagi penderitanya.
Pencegahan Tinea Capitis
Tinea capitis banyak ditemukan pada anak-anak. Oleh sebab itu, setiap orang tua dianjurkan untuk mengajarkan langkah pencegahan penyakit ini kepada anaknya, antara lain dengan:
Jika anda mengalami gejala seperti Pitak dengan kulit kepala yang kemerahan, bersisik, dan nyeri ketika disentuh segera konsultasi dan periksakan ke Dokter Spesialis kulit di RSU Wajak Husada untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Nikmati layanan pendaftaran online lebih mudah langsung mendapat nomor antrian poli via whatsapp melalui nomor berikut wa.me/6282334145073
Informasi Layanan RSU Wajak Husada
☎️ 0341 8221030
📞 wa.me/6281230733939
📍Jl. Raya Kidangbang No.02, RT.16/RW.05, Kidangbang, Wajak, Malang
🔎https://www.rsuwajakhusada.com/
Social Media Kami
Tiktok : rsu_wajakhusada1
Facebook : RSU Wajak Husada
Instagram : rsuwajakhusada
Youtube : RSU Wajak Husada
Ramah, Berkualitas, Bersahabat
www.rsuwajakhusada.com
Ditulis oleh: Admin RSU Wajak Husada
Ditinjau oleh: dr. Rizki Rahmadi Hutomo, Sp. D.V.E
Terakhir diubah: 16 May, 2024 08:09

