MenurutInternational Association for Study of Pain (IASP), nyeri adalah pengalaman perasaan emosional yang tidak menyenangkan akibat terjadinya kerusakan aktual maupun potensial. Nyeri dapat mengenai semua orang, tanpa memandang jenis kelamin, umur, ras, status sosial, dan pekerjaan.
Nyeri dapat
dibedakan menjadi dua :
Nyeri nesiseptif
Nyeri nosiseptif
adalah nyeri yang disebabkan oleh kerusakan jaringan, proses penyakit ataupun
fungsi abnormal dari otot atau organ dalam. Contohnya nyeri tertusuk paku,
nyeri karena benturan.
Penanganan
nyeri nosiseptif adalah dengan memberikan anti radang (NSAID/non
steroid anti-inflammatory drugs) karena yang mendasari nyeri ini
adalah proses inflamasi (radang)
Nyeri neuropatik
Nyeri neuropatik
adalah nyeri yang ditimbulkan oleh kerusakan saraf atau disfungsi saraf seperti
pada diabetes mellitus, herpes zoster, HNP, Trigeminal Neuralgia,
Siringomielia, dan lain-lain. Nyeri bersifat kronis dan spontan (tanpa
rangsangan dari luar pasien tetap merasakan nyeri).
Penanganan pada nyeri neuropatik sampai saat ini masih merupakan tantangan besar bagi
dunia kedokteran. Karena pada nyeri neuropatik sudah terjadi kerusakan saraf,
apabila tidak ditangani dengan baik biasanya keluhan nyeri akan dirasakan dalam
jangka waktu lama bahkan menetap
Terapi
medika mentosa (obat-obatan) yang sering digunakan untuk nyeri neuropatik
adalah anti depresan seperti TCA, SSRI, Anti konvulsan seperti Carbamazepin,
fenitoin, Opioid. Prinsip pemberian terapi nyeri berdasarkan skala nyeri (visual
analog scale /skala 0-10) dan berdasarkan mekanisme nyeri itu
sendiri (nosiseptif atau neuropatik).
Apabila sobat
sehat mengalami nyeri yang tidak kunjung juga teratasi. Ada baiknya sobat sehat
berkonsultasi dengan dokter spesialis syaraf di RSU Wajak Husada untuk
mendapatkan penanganan lebih lanjut karena dokter akan mengidentifikasi jenis
nyeri dan peyebab nyeri agar penanganan menjadi lebih tepat dan nyeri dapat
teratasi.