
Kondisi burnout terkadang sulit untuk dijelaskan, karena bukan kondisi medis. Menurut kamus psikologi American Psychological Association (APA), burnout didefinisikan sebagai kelelahan fisik, emosional atau mental, disertai dengan penurunan motivasi, penurunan kinerja dan sikap negatif pada diri sendiri dan orang lain.
Kamu mungkin tidak menyadari bahwa sedang burnout. Namun, jika kamu merasa lelah dan lambat, bahkan pekerjaan sederhana pun terasa berat untuk diselesaikan,apalagi jika disertai stres sehingga cepat marah dan frustasi, maka kemungkinan besar kamu sedang mengalami burnout.
Ciri-ciri Burnout yang Perlu Dikenali
Ciri-ciri burnout pada setiap orang bisa berbeda. Pada dasarnya tekanan yang disebabkan burnout dapat memengaruhi kesehatan mental, fisik, dan emosional. Nah, berikut beberapa ciri-ciri burnout yang perlu diwaspadai.
1. Selalu merasa kelelahan
Jika kamu merasa lelah sehingga tidak bisa menggerakkan otot, bahkan tidak berdaya untuk bangun dari tempat tidur, kemungkinan itu ada ciri-ciri burnout. Burnout merupakan jenis stres terkait pekerjaan yang ditandai perasaan lelah, baik secara emosional maupun fisik.
2. Merasa tidak berguna
Ciri-ciri burnout yang kedua adalah munculnya rasa tidak berguna atau tidak kompeten. Hal ini mengarah pada kurangnya pencapaian dan produktivitas. Ada kalanya tanda-tanda burnout muncul sekaligus.
3. Depresi
Jika kamu merasa tidak berguna, tidak heran jika kamu mengalami depresi. Penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama burnout adalah pekerjaan. Sedangkan depresi bisa menjadi kondisi seumur hidup jika tidak ditangani dengan benar, termasuk depresi yang dapat disebabkan oleh pekerjaan. Bisa dibilang depresi dan pekerjaan saling berhubungan. Studi menunjukkan bahwa jika kamu rentan terhadap depresi, maka akan lebih rentan lagi mengalami burnout.
4. Membenci pekerjaan
Studi menunjukkan bahwa ketidakpuasan pada pekerjaan adalah salah satu dari beberapa efek samping dari burnout. Ciri-ciri burnout ini sering kali muncul disertai dengan penyakit fisik.
5. Sakit kepala
Herbert Freudenberger, psikolog asal Amerika Serikat yang mencetuskan konsep burnout pada tahun 1974, menyebutkan sering sakit kepala merupakan ciri-ciri fisik dari burnout. Selanjutnya sakit kepala dapat berdampak pada masalah tidur.
Cara Sederhana Mengatasi Burnout
Untuk mengatasi burnout, kamu bisa melakukan beberapa cara sederhana berikut ini:
• Evaluasi pilihan. Diskusikan masalah pada orang yang dipercaya. Jika itu pekerjaan di kantor, maka kamu bisa berdiskusi dengan atasan. Mungkin kamu dapat bekerja sama dengan atasan untuk mengubah ekspektasi atau mencapai kompromi dan solusi. Coba juga untuk menetapkan tujuan apa yang harus dilakukan dan apa yang bisa menunggu.
• Cari dukungan. Kamu bisa berbicara dengan teman, rekan kerja, atau orang yang dicintai. Dukungan dan kolaborasi dapat membantumu mengatasinya.
• Lakukan aktivitas yang menenangkan. Eksplorasi kegiatan yang dapat membantumu mengatasi stres. Contohnya yoga, meditasi, atau tai chi.
• Olahraga secara rutin. Aktivitas fisik dapat membantu mengatasi stres dengan baik. Kegiatan ini juga dapat mengalihkan pikiran dari sesuatu yang membuatmu burnout.
• Tidur yang cukup. Tidur dapat memulihkan kesehatan dan membantu meningkatkan kesehatan.
• Fokus. Ini adalah tindakan yang memusatkan perhatian pada aliran napas sehingga kamu menjadi sangat sadar akan apa yang kamu rasakan setiap saat.
Jika memang kamu mengalami kesulitan menghadapi stres sendiri, jangan ragu untuk konsultasi ke Dokter Spesialis Kejiwaan RSU Wajak Husada ya !
Jadwal Poli Spesialis Kejiwaan (psikiatri)
dr. Aziza Matinu Karima, Sp.KJ
⏰Hari Selasa , Pukul 16.00 -18.00 WIB
Ditulis oleh: Admin RSU Wajak Husada
Ditinjau oleh: dr. Aziza Matinu Karima, Sp.KJ
Terakhir diubah: 28 Jul, 2023 15:32

