SI KECIL MAU IMUNISASI ? WAJIB BACA ARTIKEL BERIKUT
Orangtua atau pengantar
bayi / anak dianjurkan dan
memberitahukan hal-hal tersebut di bawah ini secara lisan tentang hal-hal yang
berkaitan dengan indikasi kontra atau risiko kejadian ikutan pasca imunisasi
tersebut di bawah ini,
pernah mengalami kejadian
ikutan pasca imunisasi yang berat pada imunisasi sebelumnya,
alergi terhadap bahan
yang juga terdapat di dalam vaksin,
sedang mendapat
pengobatan steroid, radioterapi atau kemoterapi,
menderita sakit yang
menurunkan imunitas (leukimia, kanker, HIV/AIDS),
tinggal serumah dengan
orang lain yang imunitasnya menurun (leukimia, kanker, HIV / AIDS),
tinggal serumah dengan
oang lain dalam pengobatan yang menurunkan imunitas (radioterapi, kemoterapi,
atau terapi steroid)
pada bulan lalu mendapat
imunisasi yang berisi vaksin virus hidup (vaksin campak, poliomielitis, rubela)
pada 3 bulan yang lalu
mendapat imunoglobulin atau transfusi darah
Pemberian
Parasetamol Sesudah Imunisasi
Untuk mengurangi
ketidaknyamanan pasca vaksinasi, dipertimbangkan untuk pemberian parasetamol 15
mg/kgbb kepada bayi/anak setelah imunisasi, terutama pasca vaksinasi DPT.
Kemudian dilanjutkan setiap 3-4 jam sesuai kebutuhan, maksimal 4 kali dalam 24
jam. Jika keluhan masih berlanjut, diminta segera kembali kepada dokter.
Reaksi
KIPI
Orangtua atau pengantar
perlu diberitahu bahwa setelah imunisasi dapat timbul reaksi lokal di tempat
penyuntikan atau reaksi umum berupa
keluhan dan gejala tertentu, tergantung pada jenis vaksinnya. Reaksi tersebut
umumnya ringan, mudah diatasi oleh orangtua atau pengasuh , dan akan hilang
dalam 1 - 2 hari. Di tempat suntikan kadang-kadang timbul kemerahan,
pembekakan, gatal, nyeri selama 1 sampai 2 hari. Kompres hangat dapat mengurangi
keadaan tersebut. Kadang-kadang teraba benjolan kecil yang agak keras selama
beberapa minggu atau lebih, tetapi umunya tidak perlu dilakukan tindakan
apapun.
BCG
Orangtua atau pengantar
perlu diberitahu bahwa 2-6 minggu setelah imunisasi BCG dapat timbul bisul
kecil (papula) yang semakin membesar dan dapat terjadi ulserasi selama 2-4
bulan, kemudian menyembuh perlahan dengan menimbulkan jaringan parut. Bila
ulkus mengeluarkan cairan orangtua dapat mengkompres dengan cairan antiseptik.
Bila cairan bertambah banyak, koreng semakin membesar atau timbul pembesaran
kelenjar regional (aksila), orangtua harus membawanya ke dokter.
Hepatitis
B
Kejadian ikutan pasca
imunisasi pada hepatitis B jarang terjadi, segera setelah imunisasi dapat
timbul demam yang tidak tinggi, pada tempat penyuntikan timbul kemerahan,
pembengkakan, nyeri, rasa mual dan nyeri sendi. Orangtua / pengasuh dianjurkan
untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau air buah), jika demam pakailah
pakaian yang tipis, bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin, jika
demam berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3 - 4 jam bila diperlukan, maksimal
6 kali dalam 24 jam bila diperlukan, maksimal 6 kali dalam 24 jam, boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat.
Jika reaksi tersebut menjdai berat dan menetap, atau jika orangtua merasa
khawatir, bawalah bayi / anak ke dokter.
DPT
Reaksi yang dapat terjadi segera setelah vaksinasi
DPT antara lain demam tinggi, rewel, di tempat suntikan timbul kemerahan, nyeri dan pembengkakan, yang
akan hilang dalam 2 hari. Orangtua / pengaruh dianjurkan untuk memberikan minum
lebih banyak (ASI atau air buah), jika demam pakailah pakaian yang tipis, bekas
suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin, jika demam berikan parasetamol
15 kg/kgbb setiap 3 - 4 jam bila diperlukan, maksimal 6 kali dalam 24 jam,
boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat. Jika reaksi-reaksi tersebut
berat dan menetap, atau jika orangtua
merasa khawatir, bawalah bayi / anak ke dokter.
DT
Reaksi yang dapat terjadi
pasca vaksinasi DT antara lain kemerahan, pembengkakan dan nyeri pada bekas
suntikan. Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres dengan air dingin .
Biasanya tidak perlu tindakan khusus.
Polio
Oral
Sangat jarang terjadi
reaksi sesudah imunisasi polio, oleh karena itu orangtua / pengasuh tidak perlu
melakukan tindakan apapun.
Campak
dan MMR
Reaksi yang dapat terjadi
pasca vaksinasi campak dan MMR berupa rasa tidak nyaman di bekas penyuntikan
vaksin. Selain itu dapat terjadi gejala-gejala lain yang timbul 5 12 hari
setelah penyuntikan, yaitu demam tidak tinggi atau erupsi kulit halus/tipis yang
berlangsung kurang dari 48 jam. Pembengkakan kelenjar getah bening di belakang
telinga dapat terjadi sekitar 3 minggu pasca imunisasi MMR. Orangtua / pengasuh
dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau air buah), jika demam
pakailah pakaian yang tipis, bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air
dingin, jika demam diberikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3 - 4 jam bila
diperlukan, maksimal 6 kali dalam 24 jam, boleh mandi atau cukup diseka dengan
air hangat. Jika reaksi-reaksi tersebut
berat dan menetap, atau jika orangtua merasa khawatir, bawalah bayi / anak ke
dokter.
Sumber : IDAI
RSU Wajak Husada Melayani
Imunisasi yang aman dan nyaman bagi ananda. Untuk informasi dan reservasi bisa
menghubungi kami di WA 081230056212
Ditulis oleh: Admin RSU Wajak Husada
Ditinjau oleh: dr. Fitriya Fajar Wati
Terakhir diubah: 14 Jun, 2021 19:23