TIPS MENCUKUPI KEBUTUHAN NUTRISI PADA ANAK SAAT BERPUASA
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu, tidak
saja karena bulan penuh rahmat dan ampunan, tetapi banyak sekali makanan yang
hanya ada dan dibuat khusus pada bulan Ramadhan ini. Nah, bagaimana kita
mempersiapkan makanan yang tepat untuk sahur dan berbuka puasa? Banyak sekali
pilihan yang sangat menggiurkan untuk dicoba dan dimakan setelah kita berpuasa,
umumnya makan tersebut berupa makanan atau minumam yang manis. Hal itu
sebetulnya sejalan dengan tubuh yang memerlukan peningkatan kadar gula darah
dengan cepat dalam waktu singkat setelah berpuasa. Jangan lupa pula perbanyak minum
karena selama berpuasa tubuh sedikit mengalami dehidrasi. Hal ini ditandai
dengan semakin sedikit kita buang air kecil di waktu sianghari.
Pada waktu saur dan berbuka, sangat penting untuk
menyediakan makanan yang seimbang yang mengandung nutrisi lengkap: karbohidrat,
protein, lemak, vitamin, dan mineral. Pada waktu berbuka puasa, kita memerlukan
makanan dengan indeks glikemik tinggi yang dapat meningkatkan kadar gula dengan
cepat dalam waktu singkat, contohnya: manisan buah, buah dalam kaleng,
semangka, donat, kentang, nasi dan roti. Sebaliknya makanan dengan indeks
glikemikrendah, yang dapat mempertahankan kadar gula darah lebih lama,
dianjurkan dikonsumsi saat sahur. Contohnya makanan dengan indeks glikemik
sedang hingga rendah adalah: beras merah, ubi, kacang hijau, oatmeal, roti
gandum, apel, jeruk, dan pisang. Selain itu, perlu diperhitungkan pula
kemampuan mempertahankan rasa kenyang (fullness) yang biasa didapat dari
protein (lauk-pauk baik hewani maupun nabati), lemak dan serat. Kombinasi
antara ketiganya dengan makanan lain dapat menurunkan nilai indeks glikemiknya,
tetapi meningkatkan rasa kenyang.
Pada anak, acap kali terdapat kecenderungan sulit untuk
bangun sahur, tetapi hal ini umumnya hanya terjadi pada masa awal bulan puasa.
Kesulitan ini berangsur-angsur menghilang seiring terbiasanya anak dengan
jadwal yang ada. Dapat dicoba untuk mulai dengan puasa tidak penuh (6-8 jam)
dahulu dan perlahan ditingkatkan menjadi berpuasa hingga azan Maghrib tiba.
Jenis makanan padat saat sahur dan berbuka sebenarnya tidak perlu berbeda
dengan makanan sehari-hari. Namun, memang perlu utuk memperhatikan pilihannya
agar terpenuhi kebutuhannya secara seimbang. Jangan lupa untuk selalu memberi
variasi makanan dalam hal bentuk, rasa, dan bahan dasarnya sehingga anak tetap
semangat untuk makan sahur dan berbuka puasa. Selamat berpuasa.
Sumber : IDAI
Ditulis oleh: Admin RSU Wajak Husada
Terakhir diubah: 14 Jun, 2021 19:30