
Apa itu Spinal Cord Injury?
Spinal cord injury adalah kondisi medis karena adanya cedera pada saraf yang terletak di ujung saluran tulang belakang atau sumsum tulang belakang. Saraf tersebut berfungsi untuk mengirimkan sinyal motorik dan sensorik dari otak ke organ tubuh lain. Karena itu, bila saraf tulang belakang mengalami cedera, kondisi tersebut dapat mengganggu kemampuan gerak tubuh.
Penyebab Spinal Cord Injury
Spinal cord injury adalah cedera pada tulang belakang, ligamen, ataupun saraf tulang belakang itu sendiri. Cedera ini bisa terjadi karena dua kondisi, yaitu traumatis serta non-traumatis.
Beberapa kondisi traumatis yang dapat menyebabkan spinal cord injury adalah sebagai berikut:
Sementara itu, kondisi non-traumatis yang turut memicu terjadinya spinal cord injury adalah:
Faktor Risiko Spinal Cord Injury
Adapun sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami spinal cord injury adalah sebagai berikut:
Gejala Spinal Cord Injury
Gejala umum dari spinal cord injury adalah gangguan motorik dan sensorik yang ditandai dengan mati rasa dan penurunan fungsi otot. Berdasarkan tingkat keparahannya, gejala spinal cord injury terbagi menjadi dua kelompok, yaitu:
Komplikasi Spinal Cord Injury
Bila tidak ditangani dengan tepat, spinal cord injury berisiko menimbulkan berbagai komplikasi, di antaranya:
Diagnosis Spinal Cord Injury
Dokter akan mendiagnosis spinal cord injury dengan melakukan wawancara medis serta pemeriksaan fisik. Untuk memastikan spinal cord injury, dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:
Pengobatan Spinal Cord Injury
Apakah spinal cord injury bisa sembuh? Hingga saat ini, masih belum ada metode pengobatan yang terbukti dapat menangani kerusakan pada saraf tulang belakang. Namun, pengobatan spinal cord injury tetap diperlukan guna membantu meningkatkan kualitas hidup serta mencegah terjadinya komplikasi. Adapun sejumlah tindakan medis yang dilakukan untuk mengobati spinal cord injury adalah sebagai berikut:
1. Penggunaan Traksi
Pasien spinal cord injury perlu menggunakan traksi fraktur, seperti penyangga leher dan punggung serta tempat tidur khusus untuk mencegah terjadinya cedera yang lebih serius.
2. Tindakan Operasi
Spinal cord injury perlu mendapatkan tindakan operasi sesegera mungkin untuk membersihkan potongan-potongan tulang apabila spinal cord injury disebabkan oleh patah tulang, menangani pembekuan darah, serta mengatasi kerusakan jaringan di sekitarnya.
3. Perawatan Intensif
Dokter juga akan melakukan perawatan intensif untuk mempercepat proses pemulihan cedera saraf tulang belakang bila diperlukan. Perawatan intensif yang dilakukan untuk menangani spinal cord injury adalah sebagai berikut:
• Pemberian obat-obat kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan pada sumsum tulang belakang.
• Pemasangan ventilator mekanis untuk membantu pasien bernapas.
• Pemasangan kateter kandung kemih untuk membantu mengalirkan urine.
• Pemasangan infus cairan dan selang makanan.
Pencegahan Spinal Cord Injury
Utamanya, pencegahan spinal cord injury dilakukan dengan menghindari penyebab dan faktor risikonya, seperti:
• Berkendara dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
• Hindari berkendara saat sedang mengantuk.
• Gunakan perlengkapan dan alat keamanan yang memadai saat berolahraga untuk meminimalkan risiko cedera.
• Berhati-hati saat sedang menaiki tangga.
Di samping itu, bila menemukan korban kecelakaan yang berisiko mengalami spinal cord injury, pertolongan pertama yang dapat Anda lakukan di antaranya:
• Tidak menggerakkan tubuh korban untuk meminimalkan risiko cedera serius.
• Hubungi rumah sakit agar korban mendapatkan pertolongan medis yang tepat.
• Beri tahu korban untuk tidak menggerakkan tubuhnya. Letakkan kain tebal pada kedua sisi lehernya untuk meminimalkan gerakan pada leher.
• Hentikan perdarahan dengan membalut luka menggunakan kain bersih tanpa menggerakkan leher dan kepala.
Jika anda merasakan tanda gejala diatas segera lakukan pemeriksaan ke Dokter Spesialis Tulang (Orthopedi) di RSU Wajak Husada agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Ditulis oleh: Admin RSU Wajak Husada
Ditinjau oleh: dr. Domy Pradana Putra, Sp.OT
Terakhir diubah: 14 Aug, 2023 09:42

