
Bell's Palsy
Penyebab dan Gejala Bell’s Palsy
Bell’s palsy adalah kondisi lumpuhnya saraf wajah (saraf ketujuh atau saraf fasialis) akibat peradangan dan pembengkakan saraf yang mengontrol otot pada salah satu sisi wajah.
Bell’s palsy terjadi akibat peradangan pada saraf yang mengendalikan otot wajah. Kondisi ini diduga terkait dengan infeksi virus, infeksi telinga tengah, dan penyakit Lyme.
Bell’s Palsy ditandai dengan kelumpuhan pada salah satu sisi wajah. Keluhan tersebut dapat dilihat dari perubahan bentuk wajah sehingga penderita sulit tersenyum dengan simetris. Selain itu, penderita juga dapat mengalami gejala lain, seperti mata berair, wajah atau bibir kedutan, dan mengiler.
Meningitis
peradangan pada meningen, yaitu lapisan pelindung otak dan saraf tulang belakang. Meningitis kadang sulit dikenali, karena penyakit ini memiliki gejala awal yang serupa dengan flu, seperti demam dan sakit kepala.
Gejala dan Faktor Risiko Meningitis
Meski gejala awalnya mirip dengan flu, meningitis tetap harus diwaspadai, karena dapat menimbulkan kejang dan kaku pada leher. Pada bayi usia di bawah 2 tahun, meningitis umumnya ditandai dengan kemunculan benjolan di kepala.
Ada beberapa faktor yang bisa memicu meningitis, antara lain infeksi kuman, lupus, kanker, serta efek samping obat dan operasi otak. Risiko terkena meningitis juga lebih besar pada ibu hamil atau pada orang yang belum menjalani imunisasi.
Multiple Sclerosis
adalah gangguan saraf pada otak, mata, dan tulang belakang. Multiple sclerosis dapat menimbulkan gangguan pada penglihatan dan gerakan tubuh.
Penyebab
Gejala Multiple Sclerosis
Tanda dan gejala multiple sclerosis mungkin bisa berbeda pada setiap pengidap. Hal tersebut tergantung pada lokasi serabut saraf yang terkena. Gejala yang sering mempengaruhi gerakan, seperti:
Masalah penglihatan juga umum terjadi, termasuk:
Gejala multiple sclerosis juga dapat mencakup:
Stroke
Stroke adalah kondisi ketika pasokan darah ke otak terganggu karena penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Kondisi ini menyebabkan area tertentu pada otak tidak mendapat suplai oksigen dan nutrisi sehingga terjadi kematian sel-sel otak.
Gejala dan Penyebab Stroke
Gejala stroke umumnya terjadi di bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak. Gejala yang dialami penderita stroke bisa meliputi:
Penyempitan atau pecahnya pembuluh darah tersebut dapat terjadi akibat beberapa faktor, seperti tekanan darah tinggi, penggunaan obat pengencer darah, aneurisma otak, dan trauma otak.
Epilepsi
Epilepsi adalah kejang berulang pada sebagian atau seluruh tubuh akibat gangguan pada pola aktivitas listrik di otak. Penyakit ini tidak menular dan dapat terkontrol dengan pengobatan yang rutin dan tepat.
Gejala dan Penyebab Epilepsi
Kejang merupakan gejala utama epilepsi. Kejang pada penderita epilepsi terbagi menjadi dua, yaitu kejang total dan kejang parsial. Gejala yang menyertai kejang juga dapat bervariasi sesuai tipenya.
Penyebab epilepsi belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa kondisi yang diduga dapat memengaruhi pola aktivitas listrik otak, yaitu cedera kepala, meningitis, dan cerebral palsy
Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terserang epilepsi, yaitu riwayat epilepsi pada keluarga (faktor genetik), stroke, dan demensia.
Penyakit saraf merupakan penyakit yang cukup berbahaya yang bisa mempengaruhi kualitas hidup penderitanya, bahkan bisa mengancam nyawa.
Apabila, anda mengalami gejalanya atau berisiko tinggi terkena penyakit saraf, segera konsultasikan ke dokter spesialis saraf di RSU Wajak Husada untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang tepat.
informasi Layanan RSU Wajak Husada
☎️ 0341 8221030
📞 wa.me/ 6281230733939
📍Jl. Raya Kidangbang No.02, RT.16/RW.05, Kidangbang, Wajak, Malang
🔎https:/www.rsuwajakhusada.com/
-------------------------
Social Media Kami
Tiktok : rsu_wajakhusada1
Facebook : RSU Wajak Husada
Instagram : rsuwajakhusada
Youtube : RSU Wajak Husada
Ramah, Berkualitas, Bersahabat
www.rsuwajakhusada.com
Ditulis oleh: Admin RSU Wajak Husada
Ditinjau oleh: dr. Ria Damayanti, Sp.N, M.Biomed (K)
Terakhir diubah: 26 Jun, 2023 13:47

