
Bagaimana Posisi BAB Pascaoperasi Caesar yang Tepat?
Operasi caesar adalah proses persalinan yang dilakukan dengan membedah perut dan rahim ibu untuk mengeluarkan bayi. Setelah menjalani operasi caesar, ibu perlu memperhatikan aktivitas sehari-hari untuk mengoptimalkan proses pemulihan dan penyembuhan luka operasi. Namun, bagaimana dengan posisi BAB pascaoperasi caesar?
Bagaimana Posisi BAB Pascaoperasi Caesar yang Tepat?
Perawatan bekas luka operasi caesar merupakan hal yang penting untuk dilakukan guna mempercepat proses pemulihan dan menghindari risiko infeksi pascatindakan. Untuk merawat bekas luka operasi, ibu perlu menjaga kebersihan area luka, mengganti perban secara teratur, membatasi aktivitas fisik berat (misalnya sering naik turun tangga), hindari mengangkat beban terlalu berat, dan memperhatikan posisi jongkok saat buang air besar. Lantas, bagaimana posisi BAB pascaoperasi caesar yang tepat?
Sebetulnya, tidak ada posisi BAB yang diwajibkan bagi ibu setelah menjalani operasi caesar. Kendati demikian, untuk mengurangi tekanan pada otot perut dan meminimalkan rasa nyeri, posisi BAB pascaoperasi caesar yang disarankan adalah dengan posisi duduk. Selain itu, BAB dengan posisi duduk juga dapat mengurangi risiko terjadinya perdarahan pascaoperasi caesar.
Adakah Bahaya BAB Jongkok Terlalu Cepat setelah Operasi Caesar?
Seperti yang telah dijelaskan, posisi BAB setelah melahirkan yang direkomendasikan adalah posisi duduk. Di sisi lain, amankah BAB jongkok setelah operasi caesar? Posisi BAB jongkok ini dapat dilakukan apabila luka bekas operasi telah pulih sepenuhnya.
Pada dasarnya, lama waktu pemulihan bekas luka operasi caesar pada setiap ibu cenderung berbeda-beda. Secara umum, proses pemulihan bekas luka operasi caesar akan berlangsung selama kurang lebih 6 minggu pascaoperasi.
Sebelum diperbolehkan untuk BAB jongkok, dokter juga akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah tubuh ibu sudah kuat untuk menopang beban ataupun melakukan aktivitas fisik yang berat. Selain itu, ibu juga dianjurkan untuk melakukan gerakan jongkok secara perlahan dan bertahap setelah menjalani operasi caesar.
Namun, jika luka bekas operasi belum sembuh sepenuhnya, BAB jongkok akan menjadi salah satu pantangan pascaoperasi caesar. Pasalnya, posisi jongkok tersebut diketahui dapat menimbulkan tekanan berlebih pada luka bekas operasi dan berisiko menghambat proses penyembuhan luka. Bahkan, memilih posisi BAB dengan cara berjongkok terlalu cepat bisa meningkatkan risiko sejumlah komplikasi, seperti:
1. Infeksi
Infeksi dapat terjadi akibat luka bekas operasi kembali terbuka setelah mendapatkan tekanan berlebih. Adapun tanda-tanda terjadinya infeksi pada luka bekas operasi caesar adalah sebagai berikut:
2. Menimbulkan Rasa Nyeri
Tekanan berlebih yang timbul akibat BAB dengan posisi jongkok terlalu cepat setelah operasi caesar juga berisiko menyebabkan munculnya rasa nyeri di sekitar luka bekas operasi yang belum pulih sepenuhnya. Bahkan rasa nyeri tersebut bisa semakin parah hingga terasa di bagian tubuh lainnya, seperti otot paha, pinggul, dan punggung bagian bawah.
3. Inkontinensia Urine
Inkontinensia urine adalah kondisi medis yang ditandai dengan hilangnya kontrol pada otot kandung kemih. Kondisi ini membuat penderitanya kesulitan atau tidak dapat menahan buang air kecil.
Inkontinensia urine adalah kondisi yang kerap dialami oleh ibu pascamelahirkan. Namun, kondisi ini bisa semakin memburuk ketika ibu melakukan gerakan jongkok terlalu cepat setelah melahirkan.
Namun, apabila Anda mengeluhkan gejala atau tanda tidak biasa pascaoperasi caesar, segera kunjungi RSU Wajak Husada untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat dari dokter kami.
Informasi Layanan RSU Wajak Husada
☎️ 0341 8221030
📞 wa.me/6281230733939
📍Jl. Raya Kidangbang No.02, RT.16/RW.05, Kidangbang, Wajak, Malang
🔎https://www.rsuwajakhusada.com/
Social Media Kami
Tiktok : rsu_wajakhusada1
Facebook : RSU Wajak Husada
Instagram : rsuwajakhusada
Youtube : RSU Wajak Husada
Ramah, Berkualitas, Bersahabat
www.rsuwajakhusada.com
Ditulis oleh: Admin RSU Wajak Husada
Ditinjau oleh: dr. Dion Juniar Fitra, Sp.OG
Terakhir diubah: 16 Sep, 2023 13:35

