
Flek saat hamil adalah keluhan yang umum terjadi pada ibu hamil, terutama di trimester pertama kehamilan. Kondisi ini biasanya ditandai dengan adanya tetesan darah berwarna pink, merah, atau kecokelatan yang keluar dari vagina.
Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, namun tetap perlu diwaspadai. Pasalnya, flek saat kehamilan juga bisa menjadi salah satu tanda adanya gangguan tertentu, terlebih jika disertai gejala abnormal lainnya. Ketahui lebih jauh tentang penyebab flek saat hamil berikut ini.
Bahayakah Flek saat Hamil?
Flek saat hamil adalah kondisi munculnya bercak darah yang berasal dari vagina. Kondisi ini cukup umum terjadi pada trimester pertama kehamilan. Meski sebagian besar kasus flek saat hamil bukanlah masalah yang serius, namun kondisi ini tetap perlu diwaspadai.Apabila flek yang muncul berupa perdarahan ringan (bercak darah) dan tidak disertai gejala lain yang mencurigakan, maka kondisi ini termasuk kategori normal dan ibu hanya perlu menunggunya sampai berhenti.
Namun, berapa hari flek saat hamil muda yang bisa dikatakan normal? Kondisi ini umumnya berlangsung selama beberapa hari hingga minggu, tergantung dari penyebabnya.Sementara itu, jika flek saat kehamilan disertai dengan gejala abnormal, seperti kram perut hebat, keputihan berbau disertai nyeri dan demam, maka segera periksakan kondisi tersebut ke dokter kandungan untuk mengetahui penyebab serta mendapatkan penanganan yang tepat.
Penyebab Flek saat Hamil
Kemunculan flek saat kehamilan bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Berikut merupakan sejumlah penyebabnya.
1. Perdarahan Implantasi
Salah satu penyebab flek saat hamil muda adalah perdarahan implantasi. Kondisi ini biasanya terjadi 6–12 hari setelah pembuahan yang menandakan bahwa embrio telah ditanamkan ke dinding rahim.
Ciri-ciri perdarahan implantasi antara lain hanya keluar sedikit darah dan warnanya merah terang atau cokelat tua. Kondisi ini umumnya berlangsung selama beberapa jam hingga tiga hari dan akan berhenti dengan sendirinya.
2. Perubahan Serviks dan Hormon
Selain perdarahan impantasi, penyebab keluar darah saat hamil muda lainnya adalah perubahan serviks dan hormon. Cukup normal bagi tubuh mengalami banyak perubahan pada awal kehamilan. Kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan dan sangat kecil kemungkinannya dapat menyebabkan keguguran, terlebih jika ibu rutin melakukan pemeriksaan kandungan.
3. Iritasi atau Infeksi Serviks
Flek saat hamil juga bisa disebabkan oleh perdarahan akibat iritasi yang terjadi setelah penetrasi vagina atau pemeriksaan panggul. Bercak darah yang keluar cenderung berwarna merah atau coklat dan akan berhenti dengan sendirinya dalam beberapa jam.
Selain iritasi, adanya infeksi pada serviks juga dapat menyebabkan keluarnya flek saat hamil. Selain bercak darah, gejala lain yang menyertai infeksi ini adalah gatal, nyeri perut bagian bawah, keputihan, sensasi panas saat buang air kecil, serta luka di bagian luar vagina.
4. Hamil Anggur
Hamil anggur adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya jaringan-jaringan abnormal di dalam rahim, jaringan ini dapat berupa plasenta abnormal atau janin yang tidak berkembang. Kondisi ini kerap disalahartikan sebagai kehamilan normal karena sering kali membuat ibu merasakan tanda-tanda hamil, seperti mual, muntah, hingga munculnya flek atau bercak darah. Hal ini dikarenakan kadar hormon HCG yang tinggi dalam tubuh meskipun janin tidak berkembang di dalam rahim.
5. Kehamilan Ektopik
Flek saat hamil muda juga bisa terjadi karena kehamilan ektopik, yaitu kondisi di mana hasil pembuahan menempel di luar rahim. Biasanya, perdarahan akibat kehamilan ektopik terjadi sepanjang kehamilan. Sehingga, kondisi ini memerlukan penanganan medis sesegera mungkin karena berpotensi mengancam nyawa.
6. Tanda-Tanda Melahirkan
Keluar darah saat hamil tua bisa menjadi salah satu tanda melahirkan. Kondisi ini biasanya akan terjadi dalam beberapa minggu atau hari sebelum persalinan, yakni ketika usia kehamilan mencapai 37–40 minggu.
Saat tubuh sedang mempersiapkan persalinan, leher rahim akan melunak dan melepaskan sumbatan lendir yang melindungi rahim dari bakteri atau zat asing selama kehamilan. Lendir tersebut umumnya berwarna putih, kecoklatan, atau merah muda yang menyerupai darah.
7. Keguguran
Penyebab flek saat hamil yang perlu diwaspadai adalah tanda awal keguguran. Munculnya flek atau perdarahan biasanya akan disertai dengan beberapa gejala lain, seperti kram perut, nyeri perut dan punggung bawah, keluar darah berwarna merah dalam jumlah banyak, serta keluar gumpalan atau jaringan dari vagina.
Cara Mengatasi Flek saat Hamil
Meski kondisi ini cukup normal dan umum terjadi, cara paling tepat yang bisa dilakukan ibu hamil ketika mengalami kondisi ini adalah memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan. Terutama jika flek tersebut disertai dengan gejala-gejala lain, seperti kram perut.
Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti USG, untuk memastikan ibu dan janin dalam kondisi baik-baik saja. Apabila tidak ditemukan masalah pada kehamilan, biasanya dokter akan menyarankan ibu menerapkan gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan ibu sekaligus janin, seperti:
Untuk membantu mendeteksi kemungkinan komplikasi akibat flek saat hamil, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis obgyn yang ada di RSU Wajak Husada agar mendapat penanganan secara tepat.
Jadwal Poli Spesialis Kebidanan & Kandungan
dr. Lusiana Permatasari, Sp.OG
⏰Hari Senin, Selasa dan Jumat , Pukul 13.30 WIB - Selesai
dr. Dion Juniar Fitra, Sp.OG
⏰Senin, Pukul 18.00 - 20.00 WI
⏰Senin Rabu & Kamis, Pukul 15.00 - 17.00 WIB
Informasi Layanan RSU Wajak Husada
☎️ 0341 8221030
📞 wa.me/6281230733939
📍Jl. Raya Kidangbang No.02, RT.16/RW.05, Kidangbang, Wajak, Malang
🔎https://www.rsuwajakhusada.com/
Social Media Kami
Tiktok : rsu_wajakhusada1
Facebook : RSU Wajak Husada
Instagram : rsuwajakhusada
Youtube : RSU Wajak Husada
Ramah, Berkualitas, Bersahabat
www.rsuwajakhusada.com
Ditulis oleh: Admin RSU Wajak Husada
Ditinjau oleh: dr. Lusiana Permata Sari, Sp.OG
Terakhir diubah: 21 Jun, 2023 08:13

