
Membedakan darah haid dan darah kista bisa dilakukan dengan cara melihat kapan waktu keluarnya darah dan berapa lama kondisi tersebut berlangsung. Darah akibat kista yang pecah bisa terjadi kapan saja, bukan hanya di waktu menstruasi. Jumlah darah yang keluar lebih banyak dan durasinya tidak diketahui secara pasti.
Kenali Cara Membedakan Darah Haid dan Darah Kista
Darah haid keluar karena sel telur tidak dibuahi, sedangkan darah kista keluar secara spontan.
Membedakan darah haid dan darah kista bisa menjadi tantangan tersendiri bagi wanita karena sekilas keduanya hampir sama. Meskipun begitu, pemahaman akan cara membedakan ini penting diketahui agar ketika masalah kista muncul, Anda dapat segera mencari pertolongan untuk perawatannya.
Cara Membedakan Darah Haid dan Darah Kista
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membedakan darah haid normal dan darah kista, berikut di antaranya:
1. Kenali Waktu Keluarnya Darah
Siklus haid normal pada wanita umumnya yaitu setiap 21 hingga 35 hari dan berlangsung selama 2 sampai 7 hari. Jika darah keluar pada periode menstruasi, bisa jadi itu adalah perdarahan haid yang normal.
Berbeda dengan darah kista, proses pendarahannya dapat terjadi kapan saja ketika kista pecah, di luar siklus menstruasi. Pada beberapa kasus, pendarahan akibat kista dapat menyebabkan risiko komplikasi.
2. Durasi Pendarahan
Darah haid umumnya keluar antara 2 sampai 7 hari selama periode menstruasi berlangsung. Durasi ini dapat berbeda pada setiap orang berdasarkan kondisi fisiknya masing-masing. Biasanya diawali dengan pendarahan flek ringan, lalu keluar darah banyak sampai akhirnya darah haid berhenti sama sekali. Sedangkan darah akibat kista, durasinya tidak pasti. Darah kista dapat tiba-tiba keluar dan menyebabkan banyak pendarahan. Jika hal ini terjadi, perawatan medis akan sangat diperlukan untuk menghentikan pendarahan. Dalam kasus parah, pendarahan yang tidak segera dihentikan dapat menyebabkan komplikasi dan risiko kematian
3. Jumlah Darah yang Keluar
Jumlah darah yang keluar ketika haid dapat berbeda pada setiap wanita, tapi rata-rata berkisar antara 30 sampai 40 mililiter atau dua sampai tiga sendok makan selama menstruasi. Beberapa orang mungkin memiliki periode menstruasi yang lebih ringan atau lebih berat dari rata-rata tersebut.
Ciri-ciri darah kista biasanya jumla darah yang keluar lebih banyak dan terjadi terus menerus selama menstruasi. Namun, hal ini tetap bergantung pada seberapa besar kista yang pecah.
4. Gejala Darah Haid dan Kista yang Menyertai
Gejala kista dapat bervariasi dari satu individu ke yang lainnya. Beberapa orang justru tidak merasakan adanya gejala sama sekali, sampai mereka melakukan pemeriksaan dengan uji laboratorium.Tapi, beberapa wanita mungkin mengalami beberapa gejala seperti:
Gejala-gejala tersebut dapat bervariasi dari ringan sampai berat. Jika mengalami beberapa gejala tersebut, segera konsultasikan dengan dokter untuk menghindari risiko komplikasi.
5. Lokasi Keluarnya Darah
Darah haid keluar akibat sel telur yang tidak dibuahi selama masa ovulasi sehingga lapisan rahim meluruhkannya lewat organ reproduksi. Darah akan mengalir dari rahim melalui serviks, dan keluar dari tubuh lewat vagina.
Berbeda dengan kista, darah dapat keluar secara tiba-tiba mengalir ke perut dan panggul seseorang. Bila hal ini terjadi, segera pergi ke dokter atau unit gawat darurat terdekat, karena kondisi tersebut memerlukan perawatan khusus untuk menghentikan pendarahannya.
Pemeriksaan untuk Membedakan Darah Haid dan Darah Kista
Berikut beberapa pemeriksaan yang direkomendasikan untuk membedakan darah haid dan darah kista:
1. Tes Kehamilan
Tes kehamilan dapat menjadi cara pertama untuk memeriksa perbedaan antara darah haid dan kista. Tes positif dapat menunjukkan Anda sedang hamil atau juga mengalami kista. Kista corpus luteum normal untuk dilihat selama masa kehamilan.
2. USG
Tes ini memungkinkan perangkat seperti tongkat (tranduser) untuk mengirim dan menerima gelombang suara dengan frekuensi tinggi. Cara ini berguna membuat gambaran mengenai rahim dan ovarium Anda untuk ditampilkan di layar USG.
3. Operasi Laparoskopi
Pada uji pemeriksaan laparoskopi, instrumen yang disebut dengan laparoskop akan dimasukkan ke perut Anda melalui sayatan kecil. Bentuk laparoskop ramping dan menyala sehingga mudah untuk masuk ke dalam perut dan dokter dapat melihat langsung kondisi ovarium atau kista yang ada di dalam organ reproduksi Anda. JIka dokter menemukan kista ketika pemeriksaan ini, mereka dapat langsung menghilangkannya.
4. Tes Penanda Tumor
Tes ini dilakukan untuk memeriksa apakah Anda memiliki kista dan berisiko tinggi untuk terkena kanker ovarium. Pada penderita kanker ovarium, tingkat darah protein yang disebut antigen kanker sering meningkat. Dokter akan memesan tes antigen kanker (CA 125) atau tes darah lainnya guna memeriksa risiko tersebut.
Kunci utama membedakan darah haid dan darah kista adalah dengan mengenali waktu keluarnya darah serta gejala-gejala yang muncul selama darah keluar. Jika Anda tidak terlalu yakin dengan pemeriksaan pribadi, lakukan pemeriksaan secara intensif dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan masalah organ reproduksi Anda secara tepat.
Jika anda merasakan gangguan saat menstruasi dan nyeri perut bawah segera konsultasi dan periksakan diri anda ke Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RSU Wajak Husada. Nikmati layanan pendaftaran online lebih mudah langsung mendapat nomor antrian poli via whatsapp melalui nomor berikut wa.me/6282334145073
Informasi Layanan RSU Wajak Husada
☎️ 0341 8221030
📞 wa.me/6281230733939
📍Jl. Raya Kidangbang No.02, RT.16/RW.05, Kidangbang, Wajak, Malang
🔎https://www.rsuwajakhusada.com/
Social Media Kami
Tiktok : rsu_wajakhusada1
Facebook : RSU Wajak Husada
Instagram : rsuwajakhusada
Youtube : RSU Wajak Husada
Ramah, Berkualitas, Bersahabat
www.rsuwajakhusada.com
Sumber : https://ciputrahospital.com/cara-membedakan-darah-haid-dan-kista/
Ditulis oleh: Admin RSU Wajak Husada
Ditinjau oleh: dr. Lusiana Permata Sari, Sp.OG
Terakhir diubah: 21 Mar, 2024 08:14

