Waspadai Penyakit Perempuan yang Berisiko Diturunkan ke Anak, Ini Penjelasan Medisnya
Kesehatan perempuan memiliki peran penting dalam menentukan kualitas generasi masa depan. Sejumlah penyakit pada perempuan diketahui memiliki faktor genetik atau keturunan yang dapat meningkatkan risiko pada anak di kemudian hari. Meski tidak selalu diturunkan secara pasti, kewaspadaan dan deteksi dini sangat diperlukan.
RSU Wajak Husada sebagai rumah sakit rujukan kesehatan keluarga di Kabupaten Malang terus mendorong masyarakat, khususnya perempuan, untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi dan kondisi medis yang berpotensi diwariskan secara genetik.
Penyakit Perempuan yang Berisiko Diturunkan ke Anak
Berikut beberapa penyakit pada perempuan yang memiliki risiko keturunan lebih tinggi:
1. Kanker Payudara dan Kanker Ovarium
Kanker payudara dan kanker ovarium merupakan dua jenis kanker yang dapat memiliki faktor genetik, terutama jika terdapat riwayat keluarga. Mutasi gen tertentu, seperti BRCA1 dan BRCA2, dapat meningkatkan risiko kanker pada perempuan dan keturunannya.
Bagaimana cara pencegahanya, sobat bisa melakukan beberapa hal berikut :
Skrining rutin seperti SADARI, USG payudara, mammografi
Pola hidup sehat dan pengelolaan stres
Konseling genetik bagi keluarga dengan riwayat kanker
2. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)
Sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarian syndrome (PCOS) adalah gangguan hormon yang banyak terjadi pada wanita di usia subur. PCOS ditandai dengan gangguan menstruasi dan kadar hormon maskulin (hormon androgen) yang berlebihan.
Hormon androgen yang berlebihan pada penderita PCOS dapat mengakibatkan ovarium atau indung telur memproduksi banyak kantong-kantong berisi cairan. Kondisi ini menyebabkan sel-sel telur tidak berkembang dengan sempurna dan gagal dilepaskan (anovulasi) secara teratur.
Polycystic ovarian syndrome juga dapat menyebabkan penderitanya tidak subur (mandul), dan lebih rentan terkena diabetes dan tekanan darah tinggi.
Untuk pencegahannya yaitu Menjaga pola makan sehat, Aktivitas fisik rutin dan Kontrol hormon secara berkala sejak usia remaja
3. Endometriosis
Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang melapisi bagian dalam dinding rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim, seperti di indung telur (ovarium), tuba falopi, dinding rongga panggul, hingga usus. Endometriosis ditandai dengan nyeri hebat di panggul yang sering kali terjadi selama menstruasi. Endometriosis menyebabkan nyeri haid hebat dan gangguan kesuburan. Risiko meningkat jika ibu atau saudara perempuan memiliki riwayat penyakit ini. Cara pencegahannya bisa dengan deteksi dini melalui pemeriksaan ke Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dan Edukasi kesehatan reproduksi sejak usia remaja
4. Miom Uteri
Mioma uteri adalah tumor jinak yang tumbuh di dinding rahim dan sering dialami oleh wanita usia 30–50 tahun. Meski kebanyakan mioma uteri tidak berbahaya, kondisi ini dapat menimbulkan keluhan yang mengganggu, menurunkan kualitas hidup, bahkan mengakibatkan gangguan kesuburan.
Mioma uteri, juga dikenal sebagai fibroid rahim, terbentuk dari jaringan otot rahim yang tumbuh secara tidak normal. Banyak penderita mioma uteri tidak menyadari bahwa mereka memiliki mioma uteri karena kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala.
Namun, pada beberapa kasus, mioma uteri dapat menyebabkan perdarahan, nyeri, hingga masalah kesuburan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab, gejala, hingga pencegahan mioma uteri agar penanganannya dapat dilakukan sejak dini.
5. Diabetes Gestasional
Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang terjadi selama kehamilan dan biasanya berlangsung hingga proses persalinan. Kondisi ini umumnya terdeteksi pada trimester kedua atau ketiga. Jika tidak tertangani dengan tepat, diabetes gestasional dapat membahayakan kesehatan ibu maupun bayi.
Diabetes gestasional terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin yang cukup untuk mengatur kadar glukosa (gula) darah selama masa kehamilan. Akibatnya, kadar gula darah meningkat dan dapat menimbulkan berbagai risiko bagi kehamilan.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya diabetes gestasional, yaitu:
Mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang, terutama sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian
Membatasi konsumsi makanan cepat saji dan makanan atau minuman tinggi gula
Makan dalam porsi kecil, tetapi sering
Makan dengan jadwal yang teratur
Rutin berolahraga, baik sebelum dan selama kehamilan sesuai petunjuk dokter
Menjaga berat badan ideal sebelum hamil
Menghindari kenaikan berat badan berlebihan selama kehamilan
Penyakit perempuan dengan faktor keturunan bukanlah takdir yang tidak bisa dicegah. Dengan gaya hidup sehat, edukasi, dan pemeriksaan rutin, risiko dapat ditekan sejak dini. Perempuan yang sehat adalah kunci lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas.
RSU Wajak Husada menyediakan layanan kesehatan perempuan mulai dari konsultasi dokter spesialis kebidanan dan kandungan, skrining kanker, pemeriksaan hormonal, hingga edukasi kesehatan reproduksi berbasis keluarga.
Nikmati layanan pendaftaran online lebih mudah langsung mendapat nomor antrian poli Spesialis via whatsapp melalui nomor berikut wa.me/6282334145073
Informasi Layanan RSU Wajak Husada
☎️ 0341 8221030
📞 wa.me/6281230733939
📍Jl. Raya Kidangbang No.02, RT.16/RW.05, Kidangbang, Wajak, Malang
🔎https://www.rsuwajakhusada.com/
Social Media Kami
Tiktok : rsu_wajakhusada1
Facebook : RSU Wajak Husada
Instagram : rsuwajakhusada
Youtube : RSU Wajak Husada
Ramah, Berkualitas, Bersahabat
www.rsuwajakhusada.com
Ditulis oleh: Admin RSU Wajak Husada
Ditinjau oleh: dr. Lusiana Permata Sari, Sp.OG
Terakhir diubah: 13 Feb, 2026 13:29