
Panu, kadas, dan kurap adalah penyakit kulit yang umum terjadi. Penyakit kulit tersebut biasanya menimbulkan gejala yang serupa, seperti muncul ruam dan gatal pada kulit yang terdampak. Lantas, apa saja perbedaan panu, kadas, dan kurap?
Perbedaan Panu, Kadas, dan Kurap yang Jarang Disadari
Sebetulnya, adakah perbedaan panu, kadas, dan kurap? Perlu diketahui bahwa kurap dan kadas adalah istilah yang digunakan orang awam untuk menyebut kondisi medis yang serupa, yaitu tinea corporis. Dengan kata lain, tidak ada perbedaan antara kurap dan kadas sebagai penyakit kulit.
Namun, kurap atau kadas ini memiliki perbedaan dengan masalah kulit lainnya, yaitu panu. Lantas, apa saja perbedaan kadas atau kurap dan panu tersebut? Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Dari Penyebabnya
Perbedaan panu dan kadas (kurap) yang pertama dapat dilihat dari penyebabnya. Pada dasarnya, panu dan kadas atau kurap sama-sama disebabkan oleh infeksi jamur. Namun, jenis jamur yang menyebabkan dua penyakit kulit ini berbeda.
Pityriasis vesicolor atau panu adalah kondisi yang disebabkan oleh infeksi jamur Malassezia furfur. Sebetulnya, jamur tersebut sering kali ditemukan pada permukaan kulit dan tidak berbahaya. Namun, pada kondisi tertentu, jamur Malassezia dapat tumbuh dengan cepat yang membuat munculnya panu.
Belum diketahui secara pasti apa kondisi yang menyebabkan jamur Malassezia tumbuh dengan cepat. Namun, terdapat dugaan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh perubahan hormon, keringat berlebih, malnutrisi, hingga kulit yang terlalu berminyak.
Di sisi lain, kurap atau kadas adalah kondisi medis akibat adanya infeksi jamur golongan dermatofita (jenis jamur yang memerlukan protein keratin dari kulit untuk berkembang biak), seperti Trichophyton, Epidermophyton, dan Microsporum. Jamur tersebut dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita kurap, hewan peliharaan yang mengidap kurap, ataupun benda dan tanah yang telah terkontaminasi oleh jamur penyebab kurap.
Selain itu, terdapat faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kurap, di antaranya adalah:
• Tinggal di daerah beriklim panas dan lembap.
• Sering menggunakan kamar mandi atau barang pribadi bersama-sama.
• Memiliki hewan peliharaan.
• Memiliki daya tahan tubuh lemah.
• Menderita obesitas.
2. Dari Gejalanya
Kadas biasanya menimbulkan gejala berupa ruam kemerahan yang gatal berbentuk lingkaran dengan bagian tengahnya berwarna lebih terang dan bagian tepinya berwarna lebih gelap (lesi central healing). Awalnya, ruam merah tersebut hanya muncul pada bagian tubuh tertentu, lalu dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti kulit kepala, tangan, kaki, hingga selangkangan.
Berbeda dengan kadas yang menyebabkan munculnya ruam kemerahan, panu dapat menimbulkan gejala berupa bercak-bercak pada kulit, baik berwarna gelap ataupun terang (namun lebih sering berwarna terang). Bercak tersebut biasanya menimbulkan rasa gatal, kulit bersisik, pecah-pecah, dan perih, yang diperparah dengan kondisi lembap atau berkeringat. Gejala-gejala tersebut sering muncul pada bagian tubuh seperti punggung, leher, dada, atau lengan atas.
3. Dari Cara Mencegahnya
Perbedaan panu dan kadas berikutnya terletak pada cara mencegahnya. Langkah paling efektif dalam mencegah panu yakni dengan menjaga kebersihan kulit agar tidak terlalu lembap. Berikut adalah sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mencegah munculnya panu:
• Menjaga kebersihan diri.
• Mengeringkan badan dengan benar setelah mandi.
• Menghindari paparan sinar matahari berlebih.
• Mengenakan pakaian yang dapat menyerap keringat dengan baik.
• Rutin mengganti pakaian, terutama saat cuaca sedang panas dan lembap.
Sementara itu, pencegahan kadas dapat dilakukan dengan menghindari berbagai faktor risikonya, seperti:
• Menghindari penggunaan alat pribadi secara bersama-sama dengan orang lain.
• Menggunakan alas kaki ketika berada di luar rumah terutama di lingkungan yang basah.
• Mencuci tangan dengan sabun antiseptik dan air mengalir setelah bermain dengan hewan peliharaan.
• Menjaga kebersihan hewan peliharaan.
Jika anda mengalami masalah kulit seperti panu, kadas atau kurap, kamu bisa konsultasi dengan dokter Spesialis kulit di RSU Wajak Husada, untuk mendapatkan rekomendasi penanganan dan saran medis yang tepat. Penanganan yang tepat dan cepat bisa meningkatkan peluang kesembuhan, dan mencegah komplikasi.
Ditulis oleh: Admin RSU Wajak Husada
Ditinjau oleh: dr. Inneke Yulian, Sp.KK
Terakhir diubah: 02 Oct, 2023 10:47

